Tampilkan postingan dengan label New Friend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New Friend. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Februari 2014

Keliling Belitong Bersama Laskar Kuali

Cerita kali ini lagi-lagi tentang perjalanan saya menyebrang pulau dengan tiket promonya Citilink, cukup 110K for return ticket dan sayapun terbang ke negrinya Andrea Hirata...dan beginilah ceritanya,

Menerjang hujan yang mengguyur Jakarta malam itu benar-benar suatu perjuangan, mulai dari angkot terakhir menuju terminal, busway yang entah berapa lama tak kunjung datang hingga Damri terakhir menuju bandara pun meninggalkan saya, dan mau tak mau saya harus bermalam di stasiun Gambir menunggu bus paling pagi menuju bandara *padahal niatnya nginep di bandara. Tidur saya tak nyenyak malam itu, dingin yang terus merangsek masuk menembus jaket saya, berharap hujan mereda sehingga saya bisa melanjutkan tidur tanpa perlu menggigil.
 
 Day one 

Pagi itu di Tanjung Pandan
Subuhpun menjelang, saya pun segera bergegas menuju bus yang sudah bersiap untuk berangkat. Tiba di Soetta, check in, menuju boarding gate dan leyeh-leyeh dengan sesekali memejamkan mata menunggu panggilan masuk ke dalam pesawat. Pukul 05.55 pesawat tinggal landas dan 1 jam kemudian saya sudah tiba di Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjung Pandan. Keluar bandara dan baru sadar kalo bandaranya minimalis banget, baru juga keluar pesawat eh udah keluar ke gedung bandara. Sopir-sopir travel segera menyerbu dan dengan kalemnya saya bilang sudah dijemput teman, padahal mah boro-boro punya temen, kesini aja baru pertama kali hahahaha. Sempet clingak clinguk dan akhirnya saya sepakat menerima tawaran Pa Andol untuk mengantarkan saya ke kota Tanjung Pandan dengan biaya 30K.

Masih merasa ga percaya sampai juga saya di pulau ini, tiba-tiba ada yang menghampiri saya, ngobrol-ngobrol sebentar dan ternyata dia juga senasib, dapet tiket promo dan sendirian pula...alhamdulillah, akhirnya punya temen juga. Namanya Bobby, adiknya akan menyusul esok harinya jadi hari ini rencananya saya akan mencontek itinnya Bobby saja, maklum belum sempet browsing. Soal penginapan paling banyak hotel Surya yang direkomendasiin, tapi saya telah membooking hotel mendanau untuk 2 malam seharga 220K/2 nights via booking.com. Bobby yang belum membooking hotel akhirnya pasrah ikut sehotel dengan saya. Oiya, sebenarnya saya juga sudah janjian dengan Indah di kota ini. Indah saya kenal dari salah satu komunitas jalan-jalan dan diapun senasib dengan saya dan Boby, tiket promo dan solo trip. Indah sudah di Tanjung Pandan sehari sebelumnya jadi setidaknya Indah sudah mengenal kota ini lebih baik daripada kami berdua.

Tadinya saya berniat bergabung dengan rekan dari Couchsurfing yang kebetulan juga sedang berada di Belitong, mereka berencana hoping island menuju icon-nya Belitong...Pulau Lengkuas dengan mercusuarnya itu. Mereka sudah berada di Tanjung Tinggi bersiap ke Lengkuas namun ombak terlalu tinggi sehingga tidak ada perahu yang nekat berlayar kesana dan mereka memutar arah menuju Gunung Tajam untuk menceburkan diri di Air Terjun Gurok Beraye. Saya yang posisinya masih di kota Tanjung Pandan akhirnya memilih untuk susur pantai di Belitong Barat saja barengan Bobby dan Indah.

Kira-kira setengah jam dari saya merebahkan diri di kamar hotel, sebuah pesan melalui whatsapp masuk ke handphone butut saya, dari Indah ternyata yang sudah berada di lobby hotel. Kenalan sama Indah plus teman manisnya "Mita". Sayangnya Mita nggak bisa join dengan kami, jadilah kita bertiga (Bobby, Indah dan saya) yang akan menyasarkan diri dipulau ini. Bobby pun menyewa motor seharga 70K/day (rada mahal ye), dan perjalananpun dimulai. Oiya, karna Mita tidak bisa ikut makanya kami bisa pinjem motornya (lumayan irit hahahaha). Mita tuh asli Belitong, tapi kebetulan lagi ada acara keluarga jadi ga bisa nge-guide kita. Udahlahhh...ga usah mbahas Mita, ga akan bakalan kelar ditulis disini :)

Berhubung belum sarapan akhirnya kita memutuskan mencoba Mie Belitung yang katanya fenomenal itu. Ambil arah ke Jl Sriwijaya trus parkir motor di depan warung Mie Belitung Atep yang konon udah terkenal. Pesen dan beberapa menit kemudian...taraaaaa...mie khas Belitungpun sampai juga dimeja kami. Kesan pertama, mmhh...biasa aja sih, trus mulai icip dan mmmhh...teteup biasa. Mie Belitung adalah mie kuning yang disiram kuah udang dan ditaburi bakwan udang, irisan timun, potongan kentang rebus, udang rebus, emping melinjo dan taoge, saya nggak bisa gambarin rasanya cuma saja memang tidak cocok dilidah saya, setidaknya saya tidak lagi dihantui penasaran rasa mie ini. Harganya kalo ngga salah dibandrol 10K, trus es jeruk kuncinya 5K, lumayanlah...ga sampe jual celana hehehe.
Sarapan Mie Khas Belitong
Mie Belitong
Lanjooooottt...
Setelah mengisi perut akhirnya kami bertiga mulai menyasarkan diri di Belitong ini, entah karna salah waktu atau bagaimana tapi selama perjalanan bermotor ria, cuacanya rada labil, kadang ujan kadang panas kadang cuma mendung, jadi terkadang kita neduh dulu menunggu cuaca kembali kondusif. Tujuan kali ini cuma mo mantay, yups...kita mo ke Tanjung Tinggi, Tanjung Kelayang, Tanjung Binga (berharap bisa hoping island ke pulau Lengkuas), dan bukit Berahu.

Setelah sekitar 1 jam perjalanan kamipun tiba di Pantai Tanjung Kelayang, sumpah, ini pantai bener-bener kece banget, bener-bener bikin mabuk kepayang. Pasir pantainya aluuuusss, yang paling menarik adalah batu-batu besar khas pantai di Belitong ini....ajiiiiiib. Pengen rasanya langsung nyebur tapi saya lupa ga bawa pakaian ganti hahaha. Berhubung kamera rusak, jadi cuma ngandelin kamera si Indah aja buat narsis-narsisan alay anak muda :p

Sail Wabe Pantai Tanjung Kelayang
Puas di tanjung kelayang kami lanjut ke tanjung tinggi, pantai yang merupakan tempat lokasi syuting film Laskar Pelangi, mendadak jadi melankolis gitu...nyanyi2 lagunya Nidji yang jadi soundtrack filmnya. Dan disinilah kami bertiga sepakat menyeburkan diri dipantai ini, sumpah ini pantai ga kalah kece sama pantai yang tadi. Maen ciprat-cipratan air sembari sesekali membenamkan tubuh kedalam air membuat kami basah kuyup. Belum puas rasanya tapi kami harus segera menyudahi kegiatan kami disini. Kelaparan yang tidak bisa kami bendung membuat kami memutuskan untuk melipir ke tempat makan yang berada tak jauh dari sana. Order cumi saos mentega, ikan goreng, cah kangkung, udang saos padang, cumi goreng tepung,es teh manis, kopi hitam dan es kelapa muda habis 96K kalo dibagi 3 berarti sekitar 32K.
























Pantai laskar pelangi
Tingginya batu-batu di Tanjung Tinggi

Tanpa menunggu celana kering, kami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini mampir ke kampung nelayan Tanjung Binga sembari melihat pulau lengkuas dengan mercusuarnya diujung sana. Sebentar saja dan kami lanjut ke Bukit Berahu.
Bayar 2K dan kami mulai menjelah tempat ini. Ada sebuah restoran dengan view laut dan cottage yang disewakan juga. Tak lupa ada kolam renang yang tidak terlalu luas disana. Kami pun mulai menuruni anak tangga kembali menuju pantai, sekedar tiduran dan menanti sunset. Sejam berlalu, mataharipun tak terlalu nampak tenggelam akhirnya kami putuskan kembali ke kota Tanjung Pandan...motoran lagi. Oiya, disini tuh jarang banget ada pom bensin, sekalinya ada premiumnya abis. Jadi kalo mo motor-motoran bisa beli bensin eceran, banyak kok yang jual dipinggir jalan dan dijual sekitar 7K/liter.

Tiba di Tanjung Pandan, kembali ke hotel dan mulai memisahkan diri. Indah kembali ke rumah Mita, saya dan Bobby kembali ke kamar masing-masing. Ternyata Puguh (anak CS) menghubungi saya dan mengajak kopdaran, meski lelah sayapun mengiyakan ajakan itu. Barengan Bobby akhirnya saya tunggu Puguh sembari makan sekoteng di bunderan batu meteor. Ketemu Puguh, Nizar dan lainnya kamipun menuju Pantai Tanjung Pendam. Disini merupakan pusatnya hiburan di Belitong, banyak cafe yang meyajikan live music yang dijadikan tempat nongkrongnya anak muda disini. Tak lama memang, sekitar satu jam saja, saya dan Bobby memutuskan untuk segera kembali ke hotel dan berpamitan dengan Puguh cs. Bobby masih lanjut hunting kuliner sedangkan saya, tepar langsung dikamar sembari menyruput popmie ditambah 2 buah roti yang sudah saya beli tadi pagi.


Day Two

Bobby hampir telat menjemput adiknya si Dimas, kelelahan akibat perjalanan kemarin sepertinya. Mereka akhirnya memutuskan untuk pindah hotel ke hotel Surya di Jl Depati Endek. Ketemu Indah lagi dan kami mulai kembali perjalanan yang super melelahkan ini by motorcycle...Belitung Timur. Sebelum berangkat kami mampir dulu ke Kedai kopi Kong Djie biar matanya melek sampe di Manggar.

Ngopi pagi di kedai kopi Kong Djie
Perjalanan kami tempuh sekitar 2 jam, dan setelah perjalanan panjang itu, kamipun tiba di Manggar. Jalanan di Belitong itu aluuuusss, muluuuuss dan sepiiiiii bingit. Ada pengalaman irit disana, ceritanya kami kan mampir disebuah warung kopi dan bertanya obyek wisata di Manggar sama 2 orang bapak-bapak yang sedang asyik ngopi. Sembari ngapalin jalan kita pesen tuh minum, ada kopi ada es teh, nah pas kita mau bayar ternyata kata yang punya warung, jajanan kita udah dibayarin sama bapak yang tadi...#makasih ya Pak. Entah kesiangan atau kenapa, ketika kami tiba di pasar Manggar, toko-toko banyak yang tutup, apa karena ini hari Minggu yah? *masih ngga tau kenapa.

Lanjut ke Bukit Bendera, mo liat Belitong dari atas, biar keliatan semuanya. Dalam perjalanan kita ngelewatin rumah dinasnya Bupati Belitung Timur yang ternyata masih adiknya Ahok (Wagub Jakarta), males mo foto karna udah kucel banget.

Bukit Bendera taken by my BB 8230
Jalan lagi dan kamipun terbius untuk mengunjungi kuil Dewi Kwan Im, jauh bangeeeeeddd ngeeed ngeed. Dan ternyata jauh dari ekspektasi kami :(, sebenernya kami juga mau ke pantai burung mandi tapi karna dari tempat ini sudah keliatan dikit pantainya akhirnya kami urungkan untuk kesana.

Ceritanya ke Kuil Dewi Kwan Im


Lanjut ke Gantong, mau ke museum kata Andrea Hirata sekaligus ke SD Muhamadiyah Gantong yang happening itu.
Ngupi di Museum Kata
Ngeksis di Musem
Bengong
Replika SD Muhammadiyah Gantong
Our way back home to Tanjung Pandan
Kembali menempuh perjalanan panjang, akhirnya saya meyerah dan saya dibonceng Indah, sedang Dimas dan Bobby saling tukar kemudi. Tiba di Tanjung Pandan dan kami putuskan mengisi perut lapar kami di Rumah Makan Belitong Timpo Duluk. Interior rumah makan ini cukup khas, ornamen-ornamen zaman baheula tetap eksis disini. Saya serasa sedang makan pada masa-masa 'itu', kental banget suasana masa lalunya ditambah makanan yang disajikan merupakan makanan 'kampong' khas Belitong. Kami memesan Gangan (sop ikan ) dan teman-temannya. Puas makan dan cekikikan di tempat itu, akhirnya kami lanjut perjalanan untuk membeli oleh-oleh. Motor kita laju menuju pusat oleh-olehnya Belitung di KUMKM yang sampe sekarang kita juga nggak tau itu singkatan apa, hahaha. Baru sadar kalo duitnya menipis, akhirnya kami gak jadi beli oleh-oleh tapi malah kepincut beli durian dan mencicipinya di pinggir jalan hahahaha.

Gangan dan temen-temennya
Icip Durian
Kembali ke hotel masing-masing dan kamipun berpisah, saya dan Indah akan kembali ke Jakarta esok, sedangkan Bobby masih sehari dan Dimas lebih lama lagi, 2 hari lagi di pulau ini.

Day Three

Tadinya Bobby sama Dimas berniat menganterin kita ke bandara, karna motornya hanya ada satu akhirnya saya dan Indah ke bandaranya dianterin sopir travel yang kemaren 'dipake' Indah. Mulut manisnya Indah berhasil loh, rayuan mautnya berhasil membuat abang travelnya ikhlas cuma dikasih 50K buat berdua (irit 5K perorang). Ga sempet beli oleh-oleh, ga sempet foto-foto di monumen Batu Meteroid, pokoknya ga sempet ngapa-ngapain deh...maklum ngejar waktu takut ketinggalan pesawat karna saya belum sempet check in juga. Bilang terima kasih sama abang-abang travelnya trus masuk bandara. Airport tax di sini ternyata cukup murah, cuma 11K, beda sama di CKG yang mbandrolin airport tax-nya 40K. Emang sih secara fasilitas kalah jauh tapi bagi saya airport tax murah ato bahkan free is the best lah hahaha. Delay sebentar dan akhirnya si burung besi mulai meninggalkan negri laskar pelangi. Tiba di Jakarta, kembali dengan realita dan kembali mengumpulkan pundi-pundi uang untuk trip berikutnya...yeah, this is life man.



Thanks to :
  1. Indah Saraswati, Bobby dan Dimas yang udah bikin trip ini ga lagi garing...dapet salam tuh dari kuil Dewi Kwan Im...hahaha
  2. Bapak-bapak yang udah mbayarin jajanan kita saat perjalanan ke Manggar, tau gitu kita mesen nasi sekalian :p
  3. Om Puguh and friends yang mbawa saya sedikit hedon ke Tanjung Pendam
  4. Citilink for the promo ticket, makin sering makin love u full :)
  5. Punten, untuk beberapa  foto2 diatas saya ambil dari beberapa sumber
  6. At leat but not last...Allah SWT for make it happened

Jumat, 05 November 2010

Sepenggal cerita dari Pangandaran

Berawal dari kejenuhan yang sudah mencapai kadar akut akhirnya saya memutuskan untuk pergi berlibur. Ternyata gak mudah buat menyatukan jadwal dengan para sahabat, but vacation must go on  dengan  atau tanpa mereka. Iseng2 browsing cari tempat2 yg belum pernah saya singgahi,  dan akhirnya mouse saya berhenti pada link http://backpackerindonesia.com/node/567. Ini dia yg saya cari...backpackeran ke Green Canyon + Pangandaran dan timingnya juga tepat (abis gajian,red) hehehe...Dan akhirnya saya memutuskan untuk ikut bergabung dengan komunitas ini dan konfirm ikutan by email ke Latifu & Anti.
 
And the story begin...


Jum'at 29 Oktober 2010

Akhirnya pukul 17.30, waktunya absen pulang hehehe. Espipi saya hanya menoleh, geleng-geleng kepala dan berdecak kagum melihat anak buahnya yang berdedikasi tinggi sudah berdiri didepan mesin absen tepat waktu padahal biasanya saya pulang jam 18.30. Maafkan saya bu espipi, saya pulang duluan...*ting, mengedipkan mata*. Selepas magrib saya pun bergegas menuju  halte busway kearah Jakarta kota karna meeting pointnya disana jam 19.00. Ampun dagh Jakarta, berangkat macet pulang juga kena macet...hufft. Tiba di stasiun Jakarta kota jam 19.30, clingak clinguk cari rombongan manusia yang pake ransel di depan A&W. Akhirnya mata saya tertuju pada segerombolan pemuda-pemudi yg duduk dengan santainya sambil ngobrol ngalor ngidul. Saya coba menghampiri sambil nanya, "Maaf mas, ini rombongan yang mau ke Pangandaran yaks?" trus mas itu njawab "Yoi, bro...welcome". Mas itu namanya Latifu, trus ada Anti "Bu Sekjen", Reni, Mia, Aldi, Rina, Opic, Diana, Yayu, Ms Yudi, Nisa, Abel, "Trio Kwek2 Erika, Tomo sm Arez" dan di menit2  terakhir muncullah Candra sang photographer amatir. Total ada 17 anak manusia yang berangkat dari Jakarta. Ada dua rekan  yang berangkat dari Cilegon (Yuri & Rizki). Sebenernya ada juga yg dari Bandung tapi mereka batalkan karena mereka berencana untuk membuat forum lagi. Awalnya saya rada canggung, maklum ini kali pertamanya saya join dengan anak2 backpacker, ternyata anak2 backpacker tuh kumpulan manusia aneh, gila, kreatif dan yg pasti keren...itu kesan pertama yg saya dapet dari mereka.
Jam menunjukkan pukul 20.15, kamipun bergegas masuk kedalam Kereta Api Serayu mencari tempat duduk yg sesuai dengan tiket yg kami beli. Wah...keretanya kosong, pasti bisa tidur pules neh, begitu kira2 yg ada dalam benak kami. Pukul 20.25 pluit panjang terdengar tanda si "Serayu" untuk meninggalkan Jakarta. Karna gerbong pertama masih kosong, kamipun hilir mudik, lalu lalang pontang panting nmencari kursi yang nyaman...lumayan bisa nyelonjor neh hahaha. Ketika 'Serayu' memasuki stasiun Pasar Senen barulah ratusan orang berbondong2 menyerbu 'Serayu' dan kamipun mulai tersingkir dan harus kembali pada kursi kami. Keonaran mulai terjadi, masing2 sibuk mencari posisi wenak selama perjalanan menuju Banjar. Maklum, menurut info yg kami dapat perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 10 jam-an. Selama perjalanan saya berfikir, aneh ya kereta api ekonomi, keretanya sendiri banyak banget berhentinya tapi pedagangnya kok gak ada berhentinya ya?. Sepanjang perjalanan saya banyak berdiskusi bareng Abel & Diana, sharing tempat2 eksotis yg pernah mereka singgahi...hwaaaaa, sepertinya saya mulai terjangkit virus backpack. Kereta pun terus melaju dan kamipun akhirnya terlelap ZzZz..Zzz...ZZzz...

Sabtu, 30 Oktober 2010

Menjelang Ciamis kami dikejutkan dengan sesosok makhluk menor bersenjatakan kecrekan bernyanyi  pake tambahan ewerrrr ewerrr, persis seperti pengamen yang naik dari stasiun Wates  kalo saya menumpang Senja atau Progo ke Jogja. Latifu ketakukan setengah mati sama makhluk itu, Anti yg paham soal itu akhirnya merogoh koceknya buat nyawer 'pekerja seni' itu. Serayu pun akhirnya mengantarkan kami ke Stasiun Banjar pada pukul 05.30 setelah kurang lebih 10 jam kami berkutat di perutnya. Baru saja menginjakkan kaki di Banjar kami langsung  diserbu oleh akang2 supir efl, tapi kami malahan menyerbu kamar mandi buat bersih2 sekaligus melakukan ritual dipagi hari...haiyaaahh. Sebelum meninggalkan stasiun Banjar tak lupa jiwa narsis kami memanggil secara alamiah dan dimulailah sesi foto2 :)
Selesai melaksanakan ritual pagi hari kamipun keluar stasiun mencari kendaraan menuju Pangandaran. Sebenarnya pas turun dari kereta kami sudah dikepung akang2 supir Elf tapi kitanya mah jual mahal soalnya harga yg dipatok masih terhitung mahal untuk ukuran kami2 yang berkantong seadanya. Setelah melakukan negosiasi yg alot kaya kerupuk kena angin akhirnya disetujui cukup bayar 350rb *criiing* dan Elf pun melaju...

Perjalanan dari Banjar menuju Pangandaran ternyata gak sebentar, butuh waktu sekitar 2 jam dengan jalan berkelok. Akibat posisi yg sangat dipaksakan saat dikereta banyak dari kami yg kembali tertidur dan mulailah terdengar orokan saling bersahutan mirip ayam berkokok. Saya sebenernya juga ikutan tidur tapi karena beberapa kali kepala kepentok besi lantaran jalan yg berliku akhirnya dengan kerelaan tingkat tinggi terbangun dan mencoba menikmati setiap kelokan. 2 jam berlalu dan kamipun tiba di Pangandaran,  tak lupa menjemput 2 rekan kami yg berangkat dari Cilegon (Yuri+Rizki). Waktunya cari penginapan...jiwa2 kere kami ternyata dapat menaklukan Pak Haji pemilik penginapan, cukup bayar 400rb untuk 6 kamar...saluuuttt buat anti+latifu sang negosiator. Abis dapet penginapan kita gak mau buang waktu, setelah mandi dan wangi kamipun bergegas memulai trip hari ini pake mobilnya akang Elf yg tadi nganter kita dari Banjar dengan tarif  400rb *criiing*. Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, akang Elf sudah siap kamipun juga sudah siap...eh tiba2 Yuri sprint balik ke kamar buat menyelesaikan panggilan alam...huwahh tidaaaaaaakkk. 

Ready....Elf pun melaju menuju Green Canyon. Cijulang pun dilalui dan akhirnya setelah kurang lebih 1 jam bersama akang Elf sampe juga kita di GC. Sayangnya lagi musim ujan, jadi ainya gak berwarna hijau tosca tapi coklat kaya cappuccino. Untuk menuju GC kita perlu naek perahu karena jaraknya masih 3 km dengan waktu tempuh sekitar 30-45 menit. Isi perahu maksimal 5 orang dgn tarif 75rb/perahu. Karna gak muat satu perahu kamipun dibagi menjadi 4 kelompok. Saya kebagian serombongan dengan emak2, Diana, Abel, Mia, Yayu sama Reni...Rempong bo'...hahaha. Mesin perahu mulai dinyalakan dan perahu pun bergerak meninggalkan dermaga. Air yang berwarna coklat membuat perjalanan seperti biasa. O...cuma gini GC, apa menariknya? itu yg pertama kali muncul dipikiran saya.


Welcome

Ternyata saya 'SALAH'...Subhanallah, setelah 10 menit perjalanan baru saya tahu GC yg sesungguhnya. Indah banget, tebing2 kokoh dengan pahatan alam terpampang begitu indahnya....Luar biasa, keren banget gan. Perjalanan pun akan terus berada dalam cekungan dinding terjal di kanan kiri aliran sungai. Dinding2 tebing seolah sudah disajikan dengan keindahan tersendiri, ada bagian dimana ada dinding yang menyerupai goa yang atapnya runtuh. Selain itu di bagian atas  ada stalaktit2 yang masih dialiri tetesan air tanah yg menambah keelokan tempat ini.  Beberapa air terjun kecil di bagian kiri kanan yang begitu menawan juga langsung terlihat setelah beberapa meter kita berlayar..jiaaaah, bahasanya berlayar wkwkkkk. Dan perahupun bersandar, untuk dapat ke tebing kami harus berenang. Saya sangat berterima kasih kepada penemu Life Jacket so buat saya yg gak bisa berenang akhirnya bisa ngambang hahaha...Ada suka ada duka, kacamata yg selama 2 tahun ini menempel di wajah saya entah kenapa menghilang saat saya berpose di air terjun. Good bye my glasses...wish u rest in peace there, sayapun  harus tetap melanjutkan hidup tanpanya dan berharap kacamata itu  hanyut terbawa sampe ke sungai ciliwung *emang sungai cijulang sm ciliwung sodaraan? mereka gak mungkin ketemuan kan?* ya sudahlah, saya kubur harapan yg satu ini rapat2 hehehe.










Tidak mudah menuju tebing itu, batu2 dan tebing yg tajam beberapa kali menghantam tubuh kami tapi semua terbayar ketika kita berhasil menaklukan arus air dan berada pada tebing yg mengalir air terjun diatasnya. Perjuangan blm berakhir kawan, turun dan kembali berenang menuju perahu juga bukan hal yg mudah. Arus air yg besar akibat hujan besar yg terjadi beberapa hari ini seakan menguras energi kami *lebay.com*  tapi inilah kenikmatan yg tidak bisa diukur dgn apapun walau tubuh kami harus beradu dengan karang dan tebing yg tajam.






Lunch Time...

Lapaaaarrr, begitu kira2 jeritan kami semua saat itu. Dapet info dari tetangga sebelah katanya RM Tirta Bahari murah. Ya sudah, naluri backpackeran kami kembali diuji hahaha...Mulai pesen ah, ikan kakap merah bakar, cumi goreng tepung, udang saus tiram,  cah genjer dan kawan2nya. 5 menit berlalu...10 menit...tapi tak kunjung juga tuh makanan dateng. Arrrghhh....itu aja pesen gak pake lama apalagi pake lama, brapa hari baru sampe..

Akhirnya setelah bersabar 1/2 jam makanan pun tiba. Tanpa banyak bicara dan dalam tempo yg sesingkat2nya tuh makanan ludesssshhh. Kenyang, tapi saat liat tagihannya membuat kami melotot, melongo dan takjub....630rb, haaah? Mahal bener...backpacker kok makan seafood...oalah sob..sob..

Perut dah kenyang sekarang waktunya lanjut ke tujuan berikutnya...Batu Karas. Ternyata Batu Karas sudah deket dari Green Canyon jadi perjalanannya gak terlalu menghabiskan waktu banyak. Sampe di Batu Karas langsung kamipun langsung pose...




Pantai yang indah dengan debur2 ombak yang bersahabat. Deru ombak watu karas terus menggoda kami untuk segera bermain dan bercengkerama dengannya. Dan ombak2 itu pun berhasil...dengan segera kami menceburkan diri menikmati setiap hantaman dan hempasan ombak yang menerjang. Aldi, Arez, Tomo, Yuri, Latifu and Rizki sibuk belajar surfing. Karena saya gak jago berenang ya saya cuma bisa pasrah bermain dan bercanda dengan ombak2 genit itu saja hehehe. Amazing...Aldi bisa berpijak cukup lama di papan surfing, good job bro tapi sayang moment itu tidak diabadikan, jadi gak bisa pamer kan? hahaha. Gak puas nyemplung anti, latifu, tomo, nisa, ms yudi, erika kembali berulah dengan menunggangi banana boat. Beberapa kali mereka terpaksa minum oralit (aer laut,red) saat banana boat dijungkirbalikkan. Sebenernya kita mo cari sunset di Batu Hiu, tapi karena awan sepertinya menutupi cakrawala dan gak mungkin ktemu sunset so kami menghabiskan waktu di Batu Karas ini. Gak terasa udah jam 5 sore, kami rasa petualangan kami hari ini sudah cukup memuaskan. Kamipun kembali ke penginapan untuk mengumpulkan energi sebesar mungkin buat esok. Dalam perjalanan pulang hujan mengguyur wilayah Pangandaran dengan lebatnya, dan hasilnya hampir semua makhluk2 yg haus liburan ini terlelap dengan sendirinya.




Minggu, 31 Oktober 2010

Menjelang dini hari sudah terjadi kegaduhan, ternyata kamar sebelah udah siap2 nyari sunrise. Karna masih ngantuk saya tidur2an sebentar dan baru setelah jam 5 pagi keluar menyusul yg lain. Erika sama arez naek sepeda tandem, anti sama tomo, nisa sama mas yudi, candra sama aldi...saya sendiri lebih nyaman untuk bersepeda sendiri hehehe. Ktemu sama mas yudi, nisa, aldi, tomo, candra, anti di pantai timur. Sayangnya kita gak dapet sunrise, awan masih aja menutupi sang mentari. Jiwa2 narsis kembali muncul dengan sendirinya...dapat dilihat dari foto dibawah ini.


Balik ke penginapan, ternyata Arez, Erika, Tomo dan Opic mo pulang ke Jakarta pagi ini..bye friends, see u soon at Monas. Selanjutnya kita berangkat ke Cagar alam Pananjung. Akses menuju tempat itu bisa lewat daratan  dan bisa juga dengan menaiki perahu dan berlabuh di pantai pasir putih. Kami menggunakan alternatif kedua, naik perahu lagi hehehe. 

Ombaknya lumayan besar dan disepanjang perjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan yang ruuuuaarr biasa. Beberapa kali perahu berhenti dan akang tukang perahu menjelaskan spot2 yg diangap punya mitos. Salah satunya mengenai awet muda, katanya kalo cuci muka di tempat ini bisa bikin awet muda...gitu katanya. Sayapun langsung mencelupkan tangan membasuh muka berharap wajah saya bisa berubah layaknya tom cruise hahaha...gmn? muka saya terlihat lebih cling kan?

akhirnya perahupun menepi...
 
Saatnya berpetualang...

Susur pantai
Sampai di pantai pasir putih kami disambut oleh pihak pengelola cagar alam plus dipalak bayar retribusi Rp.2,000.00/orang serta kumpulan guide yang menawarkan jasa guiding selama di lokasi cagar alam. Kalo jasa guide ini bisa diajak nego, itupun biasanya mereka pasang tarif per-orang bukan per-rombongan. Adanya monyet2 liar pun tak lupa menjadi poin menarik dari tempat ini. Just info ya sob, dilokasi cagar alam nggak ada orang jualan, jadi jangan lupa siapin bekel secukupnya. Trus kalo bawa makanan, makanannya  jangan ditenteng tapi masukin kedalam tas, monyet2 sini pada pinter2...tau siapa yg ngajarin mereka bisa merampas seenaknya kayak gitu ckckck.. Well, this is life man....gitu mungkin kata si monkey, mmmhh....jd mikir apa bener begitu yaks? Oiya, kalo mo foto bareng sama si monkey tinggal panggil aja monkeynya, kata si akang guide panggil aja kiss..kiss..kiss...nanti juga mereka pada datang. Coba ah, kiss..kiss.kiss...tapi kok si monkey cuek aja, jadi ragu sama si akang guide tadi.

First destination, kita menjelajah gua.
Ada gua Jepang, gua lanang, gua parat dan masih banyak lagi. Pokoknya seru dan keren2 gan. Saya lupa apa nama guanya, menurut info yang saya dapat gua ini merupakan tempat syutingnya mak lampir...ati2 bro, ditempat itu ada landaknya. Landak2 itu punya nama, tapi siapa yah? saya lupa, padahal abis dikasih tau sama akang guide hehehe. Tadinya landak2 itu cuma ada sepasang, karena faktor biologis mereka akhirnya beranak pinak di gua itu hehehe. Trus kalo bisa jangan lupa bawa senter, soalnya pas mau masuk gua sudah berkerumun tukang senter yg ngrentalin senter dgn tarif  5rb/senter. Kalo bawa sendiri kan lumayan irit goceng.



Lunch Time Part II...


Gak terasa udah jam 11 siang, it's lunch time...kamipun keluar dari lokasi cagar alam untuk melampiaskan nafsu makan kami. Kamipun lansgung mengadakan konferensi trapesium untuk mencari makanan murah (soalnya kami masih trauma dengan tragedi seafood 630rb). Eh liat gerobak gorengan+bajigur...ini dia, the real backpacker food hahaha. Tanpa banyak omong kita bajak tuh gorengan dan bajigur, cukup dengan 50rb saja kami sudah dipuaskan dengan kehangatan pisgor dan bajigur...mmmhh, yummmi...


Caving...done. Waktu yg kita punya gak banyak, mau ke air terjun apa snorkeling...pilihan yg sulit kawan hehehe. Akhirnya diputuskan kita ke air terjun dulu baru snorkeling. 

And the real adventure begin...

Kembali masuk ke lokasi cagar, pose lagi dan perjalanan panjang pun dimulai. 


 

Menurut informasi yg kami terima, untuk menuju air terjun dibutuhkan waktu 2 jam. Kami sih gak begitu percaya, soalnya air terjun itu terlihat sangat dekat ketika kami menuju pantai pasir putih dari pantai pangandaran. Awal perjalanan begitu mudah, hanya jalan datar dan sesekali kami harus melewati genangan air dan pohon tumbang. Tapi setelah 200 meter kami berjalan barulah terlihat medan yg sesungguhnya. Jalan setapak, menanjak, turunan, licin, bebatuan, semak2, pokoknya komplit.




Perjalanan yang tidak mudah kawan, beberapa kali kami harus terperosok, terpeleset dan terjatuh namun karena hal inilah kami menjadi semakin dekat. Rasa berbagi dan tolong menolong menjadi kunci dari perjalanan ini. Kadang kami terpisah jauh, tapi kami selalu meneriakkan "eiyooooo", sebagai tanda keberadaan posisi kami. Bila suara rekan2 yang berada dibelakang terdengar jauh berarti barisan depan harus menunggu sampai jarak antar kami tidak terlalu jauh. 
Look...we found grassland hahaha.  Kamipun melepaskan penat sejenak. Luarr biasa...kerenn tp sayang banyak kotoran rusa or banteng bececeran, ternyata kotoran rusa atawa banteng kayak kotoran sapi yah?...yaccckkk !!!!


Kembali melanjutkan perjalanan



akhir dari perjalanan panjang...
guys, we made it
ternyata bener2 2 jam loh...Good job dude
tinggal mikir gimana baliknya hahahaha


Detik menemukan air terjun
Chibi Pose
Berhasil berhasil....horeee !!!
Walau gak dapet snorkeling tapi saya bersyukur bisa menjejakkan kaki disitu.
Subhanallah.....

Kembali ke Jakarta, kami pun berpisah di terminal Pangandaran. Nice trip guys, can't wait for another trip hehehe.